Yogyakarta, 26 Juni 2026 – Founder BUMDes.id, Rudy Suryanto, S.E., M.Acc., Ph.D., mendapat kehormatan untuk memberikan masukan sekaligus menjadi narasumber dalam webinar nasional bertajuk “BUMDes dan KDMP dalam Satu Ekosistem: Membangun Kemitraan untuk Kesejahteraan Masyarakat Desa” yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT).
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 25 Juni 2026 dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube KEMENDESPDT dan BPI Kemendesa PDT tersebut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan strategis dalam pembangunan ekonomi desa.
Webinar dibuka dengan Opening Remarks oleh Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si., CIGS., Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Selanjutnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., menyampaikan keynote speech yang menegaskan pentingnya sinergi antar lembaga ekonomi desa untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat. Acara kemudian ditutup dengan Closing Remarks oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ir. H. Ahmad Riza Patria, M.B.A.
Selain Rudy Suryanto, webinar ini juga menghadirkan narasumber lainnya yaitu:
Panel Barus, S.E., M.E. (Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi, Kementerian Koperasi)
Theresia Junidar, S.Pi., M.Ec. (Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi dan Investasi, Ditjen PDT)
Sudirman, S.E., M.M. (Direktur BUMDesma Mayang Makurai, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi)
Dalam kesempatan tersebut, Rudy Suryanto menyampaikan materi bertajuk “Pengembangan Peran BUMDes sebagai Orchestrator Ekosistem Bisnis Desa”. Menurutnya, perubahan lingkungan bisnis dan kebijakan yang terjadi saat ini menuntut BUMDes untuk melakukan transformasi strategi agar tetap relevan dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
“BUMDes perlu memetakan kembali kondisi lingkungan strategis, menangkap peluang baru, serta menata ulang sumber daya dan kapabilitas yang dimiliki. Pendekatan pengembangan ekosistem bisnis desa menjadi salah satu strategi yang layak dipertimbangkan untuk menjawab tantangan tersebut,” jelas Rudy.
Dalam paparannya, Rudy menekankan bahwa pola persaingan bisnis saat ini tidak lagi terjadi antar perusahaan atau entitas usaha secara individual, melainkan antar ekosistem bisnis. Oleh karena itu, BUMDes perlu mengambil peran sebagai penggerak dan penghubung berbagai aktor ekonomi desa agar tercipta kolaborasi yang saling menguntungkan.
Ia menjelaskan bahwa BUMDes memiliki potensi besar untuk menjadi “Orchestrator Ekosistem Bisnis Desa” dengan mengintegrasikan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, kelompok masyarakat, pelaku UMKM, koperasi, investor, hingga lembaga keuangan ke dalam satu rantai nilai yang terhubung dan produktif.
Untuk membangun ekosistem yang sehat dan berkelanjutan, Rudy menguraikan lima pilar tata kelola utama yang perlu diperhatikan, yaitu:
Misi, sebagai tujuan bersama yang menyatukan seluruh anggota ekosistem.
Akses, yang mengatur mekanisme keanggotaan dan tingkat komitmen.
Partisipasi, terkait hak pengambilan keputusan dan transparansi.
Perilaku (Conduct), yang mengatur standar kontribusi dan interaksi.
Berbagi (Sharing), yang mengatur distribusi manfaat, data, dan nilai ekonomi.
Lebih lanjut, Rudy menjelaskan bahwa model pengembangan ekosistem bisnis desa dapat menjadi salah satu strategi efektif untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Melalui pengelolaan aset desa dan optimalisasi potensi ekonomi lokal secara kolaboratif, desa dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar dan berkelanjutan.
Terkait hadirnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), Rudy menilai bahwa keberadaan KDMP tidak perlu dipandang sebagai kompetitor BUMDes. Sebaliknya, apabila menggunakan perspektif pengembangan ekosistem bisnis desa, KDMP justru dapat menjadi bagian penting yang memperkuat rantai nilai dan melengkapi fungsi-fungsi yang selama ini belum terisi dalam ekosistem ekonomi desa.
“BUMDes dan KDMP memiliki peluang besar untuk tumbuh dalam satu ekosistem yang saling memperkuat. Kolaborasi keduanya dapat menjadi jalan keluar bagi percepatan pembangunan ekonomi desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Rudy.
Melalui forum nasional ini, BUMDes.id kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan kapasitas BUMDes, pengembangan tata kelola yang profesional, serta lahirnya model-model inovatif yang mampu mempercepat terwujudnya desa mandiri dan sejahtera.
Tentang BUMDes.id
BUMDes.id merupakan platform pendampingan, konsultasi, pelatihan, dan pengembangan kapasitas yang berfokus pada penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), BUMDes Bersama, serta kelembagaan ekonomi desa di Indonesia. Melalui berbagai program edukasi dan pendampingan, BUMDes.id berkomitmen mendukung transformasi ekonomi desa yang berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat.