Dukungan Kementerian Desa pada Program Sekolah Ketapang bumdes.id
Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal, Rafdinal S.Sos., MT menyampaikan apresiasi dan dukungan pada Program Sekolah Ketapang yang diinisiasi bumdes.id (Dok.Meravi.id)
Program Sekolah Ketahanan Pangan (Sekolah Ketapang) yang diinisiasi oleh bumdes.id merupakan sinergi strategis untuk memperkuat ketahanan pangan desa melalui tata kelola yang baik, pengembangan usaha, dan kolaborasi berkelanjutan. Desa memiliki peran besar dalam ketahanan pangan nasional, dan alokasi Dana Desa menjadi peluang yang akan efektif jika dikelola dengan kapasitas dan model pelayanan yang tepat.
Pada kegiatan Kick Off Sekolah Ketahanan Pangan tanggal 27 November 2025, Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal, Rafdinal S.Sos., MT menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada Bumdes.id dalam membantu Kementerian Desa untuk melakukan sosialisasi kebijakan pengaturan dana desa ke dalam sekolah ketahanan pangan. “Saya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai inisiatif penting dalam memperkuat kapasitas desa di bidang ketahanan pangan. Kegiatan ini menjadi langkah awal gerakan pembelajaran bersama yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, dan desa. Arah pembangunan desa saat ini mengacu pada Asta Cita Presiden dan RPJMN 2025–2029, yang diterjemahkan Kementerian Desa ke dalam 12 Rencana Aksi, termasuk revitalisasi BUM Desa, pembentukan Koperasi Merah Putih, dan penguatan ketahanan pangan lokal yang menuntut kolaborasi lintas sektor”.
Dukungan Kementerian Desa menjadi penguat sinergi antara kebijakan nasional dan implementasi di tingkat desa. Ke depan, Sekolah Ketapang diharapkan mampu melahirkan BUM Desa yang lebih adaptif, profesional, dan mampu mengelola Dana Desa secara produktif, sehingga program ketahanan pangan tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi benar-benar menjadi instrumen penguatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.
Penulis : Subandi
Editor : Diana Arta